Strategi Baru Hadapi Ancaman Ransomware Global dari Akamai
Posted by : Admin , Oct 28, 2025
Akamai Technologies, sebuah perusahaan internasional yang bergerak dalam bidang keamanan siber dan layanan komputasi awan, baru-baru ini merilis hasil studi terbaru yang menekankan pentingnya mikrosegmentasi dalam menangani serangan ransomware. Penelitian global yang berjudul "The Segmentation Impact Study" ini melibatkan 1.200 pemimpin dalam keamanan dan teknologi dari berbagai negara, dan menunjukkan bahwa penerapan strategi segmentasi jaringan yang lebih mendetail dapat secara signifikan meningkatkan pertahanan siber suatu organisasi.
Dalam laporan Akamai, dinyatakan bahwa 90% organisasi di seluruh dunia telah menerapkan beberapa bentuk segmentasi jaringan. Namun, hanya 35?ri mereka yang telah sepenuhnya mengadopsi mikrosegmentasi. Mikrosegmentasi adalah pendekatan keamanan yang membagi jaringan perusahaan menjadi segmen-segmen kecil (microsegments) dengan aturan akses spesifik untuk setiap bagian. Tujuannya adalah untuk menjaga agar jika terjadi pelanggaran, dampaknya tidak menyebar ke seluruh sistem.
Ofer Wolf, Wakil Presiden Senior dan Manajer Umum Keamanan Perusahaan di Akamai, menekankan bahwa perusahaan yang menerapkan mikrosegmentasi dapat merespons ancaman siber dengan lebih cepat dan membayar premi asuransi siber yang lebih rendah. Melalui pengaturan kebijakan akses yang ketat dan sistem pemantauan yang tersegmentasi, perusahaan dapat membatasi pergerakan pelaku serangan.
Dalam dua tahun terakhir, 79% dari organisasi yang disurvei mengaku mengalami setidaknya satu insiden ransomware. Serangan ini sering kali mengenkripsi data penting perusahaan dan meminta tebusan untuk pemulihan akses. Namun, dari jumlah tersebut, 63% perusahaan yang telah mengimplementasikan mikrosegmentasi berhasil menghentikan penyebaran serangan di seluruh jaringan mereka.
Akamai juga mencatat bahwa perusahaan yang memiliki pendapatan lebih dari US$1 miliar dan menerapkan mikrosegmentasi dapat memangkas waktu dalam mengatasi ransomware hingga 33%. Ini menunjukkan bahwa strategi ini tidak hanya efektif dalam mencegah kerugian besar, tetapi juga mempercepat proses pemulihan setelah serangan.
Sumber : https://cyberhub.id/berita/akamai-strategi-ransomware-global